Ketika berbicara soal usaha lokal yang mampu bangkit dari skandal ekonomi kecil, Majalengka menjadi contoh nyata.
Dari krisis kecil yang sempat mengguncang pengrajin, kini muncul peluang emas berkat Program Gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bukan sekadar upaya mendukung pembangunan hunian, tetapi juga menjadi angin segar bagi pengrajin lokal yang ingin tetap eksis dan berkembang di tengah persaingan pasar modern. Simak ulasan lengkapnya hanya di Wawasan Ekonomi dan Bisnis.
Program Gentengisasi Dongkrak
Skandal ekonomi kecil yang sempat mengguncang Majalengka kini bertransformasi menjadi peluang emas bagi para pengrajin lokal. Program Gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto menghadirkan angin segar bagi para pengrajin genteng tradisional. Program ini bertujuan untuk mendorong produksi genteng lokal sekaligus memenuhi kebutuhan renovasi dan pembangunan hunian masyarakat di berbagai daerah.
Nurhasanah, seorang pengrajin genteng yang sudah malang melintang di industri ini, mengaku bahwa permintaan dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Tegal meningkat drastis sejak program diluncurkan. Lonjakan permintaan ini mendorong Nurhasanah dan timnya untuk bekerja lebih keras demi memenuhi target produksi. Semangat untuk tetap eksis di pasar menjadi motivasi utama meski tantangan produksi kerap muncul.
Selain itu, keberadaan program ini juga meningkatkan citra usaha pengrajin lokal. Banyak konsumen kini lebih percaya pada kualitas genteng lokal dibandingkan produk impor. Hal ini membuat prospek usaha semakin cerah, terutama bagi pengrajin yang telah lama bergelut di bidang ini dan memiliki pengalaman serta keahlian khusus.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tantangan Tenaga Kerja
Meski permintaan pasar meningkat, menemukan tenaga kerja muda menjadi tantangan besar. Banyak generasi muda lebih tertarik bekerja di sektor industri modern atau pekerjaan yang menawarkan gaji lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih nyaman. Hal ini memaksa para pengrajin tradisional untuk lebih kreatif dalam mempertahankan kelangsungan usaha mereka.
Usaha keluarga Nurhasanah menggunakan 12 mesin press untuk memproduksi genteng. Setiap minggunya, ribuan keping genteng dihasilkan sebelum dikirim ke kota-kota besar di Pulau Jawa. Pabrik keluarga ini juga mempekerjakan sekitar 150 orang, sebagian besar berusia lanjut, yang memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang pembuatan genteng.
Meski demikian, keterbatasan tenaga kerja tidak mengurangi semangat pengrajin. Upaya untuk menjaga kualitas produk tetap menjadi prioritas. Mereka mengatur jadwal produksi, pelatihan karyawan, dan sistem kerja bergiliran agar hasil produksi tetap stabil meskipun jumlah tenaga kerja terbatas. Strategi ini membantu menjaga reputasi dan kepercayaan pasar terhadap genteng lokal.
Baca Juga:Â Gebrakan Baru! Pegadaian Hadirkan Gadai Tanpa Bunga, Langkah Besar Perkuat Inklusi Keuangan
Dukungan Kur Bri Tingkatkan Keberlanjutan Usaha
Dalam mendukung pengrajin genteng, BRI memberikan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bantuan modal ini membuat pengrajin tidak khawatir soal masalah finansial sehingga produksi tetap berjalan lancar. Kerja sama antara usaha keluarga Nurhasanah dan BRI sudah berlangsung selama empat tahun, menunjukkan keberlanjutan hubungan yang saling menguntungkan.
Nurhasanah menegaskan bahwa dukungan finansial dari BRI sangat penting untuk menjaga kelangsungan usaha. Dengan adanya KUR, pengrajin dapat fokus pada peningkatan kualitas produk, pengembangan kapasitas produksi, serta pemenuhan permintaan pasar yang terus meningkat. Program ini memberikan kepastian modal sekaligus menumbuhkan rasa aman bagi pengrajin untuk mengembangkan usahanya.
Selain itu, pembiayaan dari BRI juga mendorong pengrajin untuk lebih inovatif dalam produksi. Mereka mampu membeli mesin baru, meningkatkan kualitas bahan baku, dan menambah jumlah karyawan bila diperlukan. Hal ini berdampak positif bagi pertumbuhan usaha jangka panjang serta stabilitas ekonomi lokal.
Peran Strategis BRI Dalam Ekonomi UMKM
BRI tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara pengrajin dan pasar. Dengan jaringan yang luas, bank ini mempermudah pengrajin untuk terhubung dengan pengembang perumahan maupun konsumen individual, sehingga rantai pasok lebih efisien dan berkelanjutan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa bank siap mendukung program Gentengisasi melalui pembiayaan KUR dan konektivitas pasar. Hal ini memastikan UMKM memiliki akses modal yang terjangkau untuk meningkatkan produksi dan omzet mereka. Dengan dukungan ini, pengrajin genteng lokal dapat memperluas jaringan pasar dan memperkuat posisi mereka di sektor ekonomi lokal.
Dampak positif jangka panjang dari dukungan BRI juga terlihat dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan pengrajin yang terus berkembang, tenaga kerja lokal dapat terserap lebih banyak, dan pembangunan sektor perumahan menjadi lebih lancar. Hal ini memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di berbagai daerah.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari id.investing.com
- Gambar Kedua dari msn.com