Bos TRIN diklarifikasi BEI terkait penjualan saham oleh keponakan Prabowo, investor penasaran, apa dampaknya bagi perusahaan dan pasar?
Pergerakan saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) tiba-tiba menjadi perhatian publik setelah muncul kabar penjualan saham oleh keponakan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Aksi divestasi tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan investor dan pelaku pasar.
Tak butuh waktu lama, Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung meminta klarifikasi kepada manajemen perusahaan untuk memastikan transparansi informasi kepada publik. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi di balik penjualan saham ini dan bagaimana penjelasan pihak perusahaan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini hanya di Wawasan Ekonomi dan Bisnis.
Aksi Divestasi Saham TRIN Jadi Sorotan Pasar
Penjualan saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) oleh keponakan Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian pelaku pasar. Transaksi ini memicu pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transparansi informasi dan dampaknya terhadap perusahaan.
Sosok yang melakukan divestasi tersebut adalah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang juga menjabat sebagai komisaris di perusahaan tersebut. Aksi penjualan sahamnya dinilai cukup signifikan karena dilakukan dalam beberapa tahap transaksi di pasar saham.
BEI kemudian meminta klarifikasi kepada manajemen perusahaan terkait aksi tersebut. Permintaan penjelasan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh informasi yang berkaitan dengan transaksi saham telah disampaikan secara terbuka kepada publik dan investor.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penjualan Saham Dilakukan Bertahap
Berdasarkan laporan transaksi, Rahayu Saraswati melepas sekitar 48,97 juta lembar saham TRIN atau setara dengan sekitar 1,08% kepemilikan di perusahaan tersebut. Penjualan tersebut dilakukan melalui beberapa transaksi sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Transaksi terbesar terjadi pada 5 Februari 2026 ketika ia menjual lebih dari 46,5 juta lembar saham dengan harga sekitar Rp1.075 per saham. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp50 miliar.
Selain itu, beberapa transaksi lainnya juga dilakukan dengan jumlah yang lebih kecil pada berbagai tanggal berbeda. Secara keseluruhan, rangkaian penjualan tersebut membuat Saraswati memperoleh dana sekitar Rp53,5 miliar dari divestasi saham TRIN.
Baca Juga:Â Geger! Harga Minyak Meledak Usai IEA Umumkan Pelepasan Cadangan!
Kepemilikan Saham Saraswati Di TRIN Berkurang
Setelah seluruh transaksi penjualan tersebut selesai dilakukan, kepemilikan saham Saraswati di TRIN mengalami penurunan cukup signifikan. Sebelumnya, ia tercatat memiliki sekitar 182 juta lembar saham di perusahaan tersebut.
Namun setelah aksi divestasi, kepemilikannya turun menjadi sekitar 133 juta lembar saham. Secara persentase, porsi kepemilikannya kini berada di kisaran 2,92% dari total saham perusahaan.
Perubahan komposisi kepemilikan ini membuat pasar memperhatikan kemungkinan dampaknya terhadap struktur pemegang saham perusahaan. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mengubah kendali utama perusahaan.
Manajemen TRIN Buka Suara
Menanggapi permintaan klarifikasi dari BEI, manajemen TRIN menjelaskan bahwa transaksi tersebut merupakan aksi divestasi biasa oleh pemegang saham. Perusahaan memastikan bahwa langkah tersebut tidak berkaitan dengan perubahan strategi bisnis maupun operasional perusahaan.
Manajemen juga menegaskan bahwa struktur pengendalian perusahaan masih tetap berada di tangan pemegang saham utama, yaitu PT Kunci Daud Indonesia dan PT Intan Investama Internasional. Dengan demikian, penjualan saham tersebut tidak memengaruhi kendali perusahaan.
Selain itu, perusahaan menyatakan bahwa seluruh proses transaksi saham dilakukan sesuai dengan ketentuan pasar modal yang berlaku. Informasi mengenai transaksi juga telah disampaikan melalui mekanisme keterbukaan informasi kepada publik.
Pergerakan Saham TRIN Di Bursa
Aksi divestasi ini juga terjadi di tengah volatilitas harga saham TRIN di pasar. Dalam beberapa waktu terakhir, saham perusahaan properti tersebut mengalami penurunan cukup tajam di lantai bursa.
Pada salah satu sesi perdagangan, saham TRIN tercatat turun hingga sekitar 14,47% ke level Rp650 per saham. Dalam sepekan, saham ini bahkan melemah lebih dari 27%.
Kondisi ini membuat investor semakin memperhatikan perkembangan terkait perusahaan, termasuk aksi jual saham oleh pemegang saham besar. Meski begitu, pihak manajemen tetap optimistis bahwa fundamental bisnis perusahaan masih kuat dan prospek jangka panjang tetap terjaga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari id.investing.com
- Gambar Kedua dari msn.com